Senin, 03 Januari 2011
02.38
Diposting oleh
dede syamsiar
Petunjuk Dasar Berkreasi Dengan Kain Flanel
Kain Flanel atau kain felt dapat digunakan untuk membuat aneka kreasi menarik seperti dompet, gantungan kunci, boneka mungil dan sebagainya. Selain merupakan kegiatan yang menyenangkan, hasil kreasi juga dapat berkembang menjadi bisnis yang menguntungkan. Buat Anda yang ingin mencoba kreasi dari kain flanel, berikut kami berikan petunjuk dasar.
- Persiapkanlah bahan dan alat yang digunakan seperti: kain flanel aneka warna, benang sulam & benang jahit, jarum, gunting, manik-manik hitam, ritsleting, tali, dan lem serbaguna.
- Buatlah pola kreasi yang diinginkan pada kertas karton, gunting lalu pindahkanlah pola tersebut pada kain flanel dengan menggunakan pensil/pulpen gel (untuk kain flanel berwarna cerah) atau kapur jahit (untuk kain flanel berwarna gelap).
- Gunakanlah kain flanel yang bersih dan tidak memiliki bekas lipatan. Untuk merapikan kain flanel yang memiliki bekas lipatan, seterikalah dengan hati-hati dan suhu seterika jangan terlalu panas.
- Untuk memudahkan menjahit risleting, jelujurlah terlebih dahulu atau berilah sedikit lem.
- Gunakanlah benang sulam untuk menjahit kain flanel, warnanya disesuaikan dengan warna kain flanel.
- Ada beberapa jenis teknik tusuk jahit dan tusuk hias, diantaranya tusuk feston, tikam jejak, jeruji dan tusuk pipih. Yang paling sering digunakan adalah tusuk feston karena selain memperindah bentuk kreasi yang dihasilkan, tusuk feston ini berguna untuk merapikan pinggiran kain flanel, menggabungkan 2 lembar kain yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama, serta untuk menjahit ritsleting pada kain.

- Setelah kreasi selesai, rapikanlah serat-serat flanel pada pinggir jahitan dengan menggunakan gunting.
Bentuk desain dapat Anda ciptakan sendiri atau dengan melihat referensi dari buku-buku, majalah, internet dan lain-lain.
Ada banyak buku tentang aneka kerajinan flanel yang bisa Anda dapatkan di toko-toko buku, diantaranya buku karangan Emi Risna Imawati, Eka Yunita, Dwi Retguntari dan Yulina Setianingsih.
read more "menjahit flanel"
Diposting oleh
dede syamsiar
KOMPAS.com - Di salah satu sudut kota hujan Bogor sebuah rumah makan bernama RM Soto Karak tak hanya memberikan pilihan unik berwisata kuliner, tapi juga berwisata karya. Para tamu dapat belajar keterampilan langsung dengan Emmy Subagyo, pemilik RM Soto Karak. Rumah makan ini terletak di Jl. Jend Sudirman, Bogor. Kerajinan tangan yang bisa Anda pelajari di tempat ini adalah Nendo.
Nendo adalah seni melukis dari roti tawar. Kerajinan Nendo ini berasal dari Jepang. Roti tawar yang dipakai sebaiknya adalah limbah roti tawar. Jadi gunakan roti tawar yang sudah mengeras atau bahkan berjamur. Nantinya roti tawar akan berubah menjadi karya seni empat dimensi yang indah, layaknya Anda sedang membuat kerajinan keramik dari tanah liat. Selain akan menjadi karya yang indah dan membantu pelestarian lingkungan, Nendo ini memiliki nilai ekonomis.* Emmy pernah menjual lukisan Nendo karyanya seharga Rp 30 juta saat ia masih tinggal di Jepang.
Emmy memang pernah tinggal di Jepang pada tahun 1994 selama enam tahun. Ia mengikuti almarhum suaminya yang dinas di Jepang. Dari berbagai keterampilan khas Jepang yang ada, ia tertarik dengan Nendo karena bahannya bisa dipakai untuk
membuat apa saja.*
"Memang ada macam-macam kerajinan di Jepang, tapi kalau Nendo bisa dibuat jadi apa saja bisa," jelas Emmy.
Apalagi menurut Emmy, Nendo saat itu belum ada di Indonesia. Ada banyak Nendo karya Emmy yang dipajang di RM Soto Karak. Salah satu yang menarik adalah lukisan Sakura dengan ukuran sekitar satu meter kali satu meter. Emmy mengaku ia membutuhkan waktu hampir satu tahun untuk membuat lukisan tersebut.
Selain itu ada banyak bunga-bunga Nendo yang dipajang di vas-vas. Selintas Anda akan mengira itu bunga sungguhan atau bunga plastik. Siapa sangka ternyata terbuat dari roti. Keunikan dari Nendo ini, hasil karya masih bearoma roti tawar. Namun dapat bertahan puluhan tahun tanpa perlu khawatir berjamur atau dimakan semut.
Jika Anda tertarik ingin membuat Nendo, pertama-tama adalah membuat adonan yang berbentuk seperti tanah liat. Untuk menghasilkan adonan tersebut Anda perlu menyobek roti hingga menjadi remahan kecil-kecil. Lalu campurkan remahan roti dengan lotion pelembab dan lem putih dengan perbandingan yang sama. Namun jangan lakukan secara sekaligus. Remahan roti pertama diberi lotion pelembab lalu uleni hingga tercampur. Kemudian tuang lem putih dan terus ulenin hingga menjadi liat dan tidak lengket lagi.
"Seperti sedang membuat adonan pempek saja,"*kata Emmy sambil tertawa.
Setelah itu, gunakan cat minyak untuk memberi warna pada adonan roti. Tapi pakai saja sedikit, cukup setetes kurang sudah dapat menghasilkan warna yang pekat pada adonan. Setelah itu Anda bisa langsung membentuknya sesuai keinginan, bisa bentuk bunga, buah, atau apa saja sesuai kreativitas Anda. Bila Anda ikut dalam les Nendo bersama Emmy, mula-mula Emmy akan mengajarkan aneka bentuk bunga seperti tulip dan mawar.
Tapi perlu diingat karena adonan Nendo menggunakan lem putih jadi cepat sekali menjadi kering. Karena itu jika tak sedang dipakai, Anda harus langsung menutupnya dengan plastik. Tahap akhir adalah memberi warna finishing untuk memberi efek yang lebih hidup pada karya yang telah dibuat. Misalnya dengan efek gradasi atau bayangan. Lalu lapisi permukaan karya yang telah dibuat dengan lem putih.
"Dengan coating lem putih, hasilnya jadi lebih tahan lama dan tidak akan dimakan semut. Selain itu memberi efek mengkilap," jelas Emmy.
Peserta kursus Nendo di Emmy sebagian besar adalah kalangan perempuan mulai dari ibu-ibu muda sampai ibu-ibu pejabat. Tak hanya perempuan yang senang membuat kerajinan tersebut, salah satu pengunjung yang tampak asyik membuat Nendo adalah Ahmad. Ia adalah peserta gathering www.wisataseru.com yang Sabtu, (18/12/2010) kumpul-kumpul di RM Soto Karak untuk belajar membuat Nendo.
"Sangat susah membuatnya karena mudah keras. Tapi saya mau belajar lagi asal waktunya lebih banyak," kata Ahmad.
Sementara itu, Catur Guna, pendiri www.wisataseru.com menuturkan gathering kali ini memang ingin bertema go green. Setiap gathering, ia ingin agar peserta mendapatkan manfaat dan pelajaran yang bisa dibawa pulang tidak hanya sekadar makan-makan saja.
Selain kerajinan Nendo, di RM Soto Karak Anda juga bisa belajar membuat lukisan dari kain perca dan belajar membuat batik.
read more "Nendo, Pakai Roti Tawar"
Diposting oleh
dede syamsiar
Quilting adalah seni menggabungkan kain perca dengan ukuran dan potongan tertentu untuk membentuk motif-motif yang unik. Potongan-potongan kain tersebut lalu ditindas dengan jahitan model jelujur yang ukurannya harus sama jika dilihat dari sisi atas maupun bawah kain. Karena harus dikerjakan dengan tangan, boleh dibilang setiap orang akan membuat hasil yang berbeda dari orang lain. Anda pasti pernah melihat hasil seni quilt ini dalam bentuk bed cover, atau taplak meja. Di Indonesia, hasil kerajinan quilt memang dapat kita temukan di beberapa tempat, antara lain di Jakarta dan Bandung.
Jumat, 27/11/2009 | 14:44 WIB
KOMPAS.com -
Teknik Patchwork & quilting adalah teknik dari Amerika yang biasa dipergunakan untuk membuat selimut atau bed cover. Bagi para ibu, kegiatan membuat seni kerajinan tangan ini dapat dijadikan sebagai pengisi waktu luang dan menambah penghasilan keluarga. Memang saat ini hobi ini terbilang hobi yang mahal, namun hasilnya cukup lumayan.
Quilting adalah proses berupa jahitan jelujur dengan ukuran tertentu, mengikuti top quilt. Bisa berupa patchwork, applique atau paper piecing. Pada tingkat intermediate saja, seorang siswa kursus dapat menerima pesanan dari orang lain.
Seni kerajinan ini membutuhkan kreatifitas yang tinggi untuk menciptakan karya-karya yang diminati banyak orang.
read more "Quilting, Seni Menggabungkan Kain Perca"